Baik dan Buruk Sifat Pencemburu

Desember 11, 2009 pukul 3:24 am | Ditulis dalam Portofolio | Tinggalkan komentar
Tag:

Baik dan Buruk Sifat Pencemburu

APAKAH Anda terlalu pencemburu? Wajar jika Anda cemburu pada satu situasi, tapi bagaimana kalau sudah kelewatan?

Saling percaya menjadi penopang kuat dalam sebuah bangunan bernama hubungan. Anda dan pasangan bisa memiliki tujuan, mimpi, dan hasrat yang indah. Namun, tanpa rasa percaya, semua hal tersebut rasanya mustahil terjadi.

Memberi kepercayaan pada seseorang berarti memberikan hati Anda kepadanya untuk ia simpan. Kepercayaan adalah sebuah pemberian bernilai bagi siapa pun yang menerimanya.

Bagi beberapa orang, rasa percaya mudah ditanamkan. Mereka punya asumsi bahwa pasangan tetap dinilai setia sampai ia terbukti berkhianat. Jika Anda termasuk tipe ini, Anda adalah orang yang beruntung. Anda memang akan menemukan banyak kejutan selama menjalin komitmen dengan pasangan, tapi Anda juga juga memberi kesempatan bagi keberhasilan hubungan.

Menurut Askmen, jika Anda pernah terluka oleh seseorang atau Anda tumbuh dalam asuhan orangtua bercerai, memercayai seseorang bukanlah hal mudah. Bagaimana Anda bisa mengukur tingkat normalitas rasa cemburu Anda, apakah masih normal atau sudah di luar kendali?

Sisi baik dari cemburu

Setiap orang sesekali merasa cemburu. Jika Anda mencintai pasangan dan Anda merasa ada seseorang yang berusaha merebutnya dari Anda, wajar jika cemburu itu datang. Apalagi jika pasangan punya kebiasaan main mata atau tebar pesona. Cemburu akan membuat Anda lebih terjaga dengan perubahan sikap dan perilaku pasangan.

Sisi buruk dari cemburu

Kebanyakan orang sadar saat mereka sedang cemburu. Emosi menjadi lebih dominan bermain daripada logika. Cara pandang terhadap masalah hubungan juga cenderung sempit.

Nyatanya, cemburu merupakan sebuah emosi yang superkuat bagi siapa yang dilandanya. Pertanyaan seperti “Apakah pasangan saya tidak setia lagi sekarang?” akan terus melayang-layang di pikiran.

Perlu diketahui, cemburu punya kaitan erat dengan kepercayaan diri. Jika Anda bahagia dengan diri sendiri dan punya rasa percaya diri yang baik, Anda akan berpikir bahwa fokus kesalahan bukan pada diri Anda. Anda justru berpikir, “Mengapa pasangan saya melirik wanita lain padahal ia sudah memiliki saya yang jauh lebih cantik?”.

Percayalah, cemburu tidak akan menghentikan pasangan dari sikapnya yang tidak setia. Kunci terbaik untuk menangkal emosi cemburu adalah ego atau cara berpikir yang sehat. Kuatkan kembali komitmen hubungan Anda dan pasangan, kemudian lakukan usaha terbaik untuk menjaga hubungan tetap langgeng.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: