Matius Tantang Jawara King’s Cup

Desember 16, 2009 pukul 4:57 am | Ditulis dalam Berita Olahraga | Tinggalkan komentar
Tag:

Matius Tantang Jawara King’s Cup

VIENTIANE – Petinju Indonesia Matius Mandingan (54kg) melaju ke babak final cabang tinju pada SEA Games 2009 Laos. Sayangnya, di pantai puncak Matius harus menghadapi jawara sekaligus the best boxing King’s Cup 2009 asal Thailand, Chatchai Buddee di Olympasia Gymnasium, National University, LAO Public Democratic Republic, Kamis (17/12/2009).

Pada semifinal, Selasa (15/12/2009), Matius dengan mudah menjegal petinju Malaysia, Muhammad Ali Abdul Karim 11-4. Sedangkan Buddee yang mengandalkan pukulan-pukulan lurus dan selalu menghindar selama bertarung dalam jarak pendek itu mengalahkan petinju Vietnam, Tran Quoc Viet 6-1.

Di hadapan sekira 1.000 penonton, Matius tampil cukup taktis. Di ronde pertama, dia mampu melepaskan beberapa kali pukulan telak ke arah Abdul Karim. Begitu juga pada ronde kedua dan ketiga, dia berhasil membuat Abdul Karim, frustasi.

Sebelumnya, Julio Bra terpaksa harus puas dengan meraih perunggu setelah di semifinal kalah dari petinju Thailand Amnat Ruenroeng 2-5. Sejak ronde pertama hingga ketiga dia didikte peraih medali emas SEA Games Thailand 2007 itu. Pukulan yang dilepaskan Julio dengan gampang dihindarinya. Cukup dengan gerakan badan yang terlihat begitu lincah.

“Kami harus mengakui penampilan petinju Thailand memang jauh lebih baik, Julio hanya kurang pengalaman bertanding sehingga tidak mampu mengantisipasi Amnat yang mengandalkan pukulan hit and run,” jelas Ketua Komisi Teknik PB Pertina, Hengky Silatang seperti dilaporkan wartawan okezone, Fetra Hariandja dar Laos.

Kekalahan yang menyakitkan dialami Urias Arenaldo Moniaga yang turun di kelas 57kg dari Phal Sophat (Kamboja). Pada ronde pertama, Arenaldo yang merupakan petinju pelatnas sempat tertinggal 1-3. Pada ronde kedua, putra mantan juara Asia, Ferry Moniaga ini mampu mengejar ketertinggalannya menjadi 3-4.

Di ronde terakhir, Arenaldo yang tidak didukung fisik yang baik sempat kembali tertinggal 4-6. Namun, dengan sisa tenaga ia sempa mengubah kedudukan menjadi 5-6. Pertandingan berakhir dengan skor 6-5 untuk Phal Sophat. “Dari segi teknik, Arenaldo di atas Phal tetapi fisiknya kurang mendukung,?

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: